Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Berhenti Sejenak

Sahabat... Mari kita berhenti sejenak, mengamati kembali bekas-bekas langkah kita dalam kehidupan ini. Melihat dengan cermat apa-apa yang telah kita lakukan selama ini. Perhatikan saudaraku, sudahkah langkah-langkah kita berangkat dari tempat yang baik? Sudahkah dalam perjalanannya dia berbelok di tempat-tempat yang semestinya? Dan yang paling penting, sudahkah langkah-langkah kita menuju kepada-Nya?

Andai kita mau jujur, mungkin kita akan mampu melihat bahwa langkah-langkah kita ternyata sering berselisih dengan kehendak-Nya. Tengoklah kehidupan kita, sementara demikian banyak saudara kita mengais sesuap nasi, masih sering kita biarkan butiran-butiran nasi tersisa di piring kita dan terbuang percuma.

Ketika banyak saudara kita berhutang kesana kemari, masih sering kita membeli barang-barang mewah yang sesungguhnya tidak terlalu berguna. Ketika Allah memerintahkan kita untuk beribadah kepada-Nya, masih sering kita lalai dan menyibukkan diri kita dengan berbagai fasilitas yang sesungguhnya hanya titipan-Nya.

Belum lagi jikalau kita mengingat bahwa ternyata kehidupan kita selama ini belum berorientasi kepada-Nya. Waktu yang telah kita lewatkan ternyata lebih banyak untuk kepentingn dunia kita. Mari tanyakan kepada diri kita : Berapa banyak waktu telah kita gunakan untuk beribadah kepada-Nya? Berapa banyak waktu telah kita habiskan untuk membaca firman-Nya? Berapa banyak ilmu yang telah kita pelajari untuk meningkatkan iman kepada-Nya?

Saudaraku... Apakah hati-hati kita telah terlalu jauh dari-Nya? Sehingga sulit bagi kita untuk mengingat bahwa semua yang terjadi hanyalah atas kehandak-Nya? Sehingga sulit bagi kita menyadari bahwa semua milik kita hanya dititipkan-Nya sementara? Apakah kita telah menjadi manusia sombong yang selalu mengalamatkan semua kesuksesan dan keberhasilan hidup kita kepada diri kita sendiri? Jikalau rasa itu masih ada, mari tanyakan kepada diri kita : Tak takutkah kita jika Allah mengadzab kita atas kesombongan itu? Tak takutkah kita jika Allah menarik semua titipan-Nya karena kita telah berkhianat kepada-Nya? Lupakah kita bahwa Allah telah berfirman akan mengadzab orang-orang yang kufur nikmat?

Saudaraku... Jikalau langkah-langkah kita ternyata telah jauh dari keridhaan-Nya, telah menyimpang dari kehendak-Nya. Maka duduklah sejenak, mari kita berhenti dan bersiap berbelok segera sebelum semua terlambat. Allah masih demikian sayang kepada kita dan mengizinkan kita untuk tetap menikmati kehidupan di dunia ini. Jikalau terselip secarik keinginan untuk memohon ampun kepadanya, bergegaslah!!! Semoga dengan kesungguhan hati kita, berbuah pada keridhaan Allah Ta'ala. Sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan membersihkan diri.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar